Sabtu, 23 Februari 2013

Soal-soal Ujian Kumite



UJIAN KUMITE
Bagian I. Betul, Salah
  Pada lembar jawaban taruhlah “X” di kolom yang tersedia. Untuk jawaban dianggap benar . Setiap jawaban benar mendapatkan 1 poin.
1.       Baju karate-gi tidak boleh melebihi dari ¾ panjang paha
2.       Celana karate-gi harus menutupi  setidaknya 2/3 tungkai
3.       Bila lengan baju karate-gi seorang kontestan terlalu panjang dan pengganti yang sesuai tidak ditemukan pada waktunya, wasit dapat memperbolehkannya menggulung ke dalam.
4.       Peserta boleh memakai karet gelang   atau ikat rambut dan pita, manik-manik dan dekorasi lainnya dilarang.
5.       Semua peralatan pelindung yang digunakan oleh National Federation harus dapat digunakan dalam pertandingan WKF.
6.       Pada ronde pertama  pertandingan beregu, regu tersebut diperbolehkan  untuk bertanding hanya jika semua anggotan tim hadir.
7.       Pertandingan untuk putra  senior  adalah 3 menit, senior putri, kadet  dan junior 2 menit.
8.       Tendangan jodan yang kurang  kriteria zanchin, dapat diberikan sanbon karena menurut pertimbangan teknik termasuk teknik yang sulit
9.       Sebuah kombinasi cepat dari Chudan Geri dan Tsuki masing-masing mendapatkan nilai sendiri  akan diberikan ipon.
10.   10.Sebuah tendangan ke arah selangkangan, tidak perlu diberikan hukuman bila penyerang tidak sengaja melakukannya.
11.   Hukuman kategori 1 dan 2 tidak diakumulasi silang
12.   Keikoku kategori 1 dapat diberikan  apabila potensi kemenangan  seorang peserta berkurang sedikit karena kesalahan lawan
13.   Hansoku-chui kategori 1 dapat diberikan secara langsung, atau  setelah diberikan  peringatan, atau   sebuah Keikoku.
14.   14.Hansoku-chui diberikan bila potensi  kontestan untuk menang berkurang serius disebabkan kesalahan lawan.
15.   Shikkaku dapat diberikan, setelah  mendapatkan sebuah peringatan
16.   Jika seorang kontestan curang penuh kebencian/ganas, shikaku  dan bukan hansoku adalah  hukuman yang tepat
17.   17.Kontestan dapat diberikan Shikaku, jika sikap dan tingkah laku pelatih, atau anggota tim yang tidak bertanding, melanggar kehormatan dan prestise karate-do.
18.   Jika dua juri memberikan tanda yuko untuk Aka, 2 juri yang   lain yuko untuk Ao dan, wasit akan  memutuskan yuko kepada salah satu kontestan.
19.   Jika setelah Yame, dua orang juri tidak memberikan sinyal dan 2 juri yang lain memberikan sinyal yuko  untuk Ao, wasit dapat memberi memberikan yuko untuk Aka.

20.   Jika Aka membuat score saat Ao  melangkah keluar area  pertandingan, baik skor dan  peringatan atau hukuman kategory  2 dapat diberikan.
21.   Kontestan dikatakan Jogai bukan pada saat keseluruhan fisiknya keluar arena.  Jogai terjadi  saat salah satu saja bagian tubuh peserta menyentuh lantai di luar  arena pertandingan.
22.   Menurut pasal 10, ketika seorang  peserta jatuh, dibanting, atau dipukul jatuh (KO) dan tidak segera bangkit dan berdiri tegak diatas  kedua kakinya, wasit akan mengisyaratkan time keeper untuk  memulai hitungan 10 detik dengan meniup peluitnya
23.   Seorang peserta yang membuat  nilai dan keluar dari area  sebelum wasit   meneriakkan  Yame   akan mendapatkan Jogai.
24.   Kontestan  tidak dapat  memperoleh nilai atau pun hukuman setelah bel waktu   habis  dibunyikan pada akhir sebuah  pertandingan.
25.   Seorang kontestan tidak  diperbolehkan melanjutkan  pertandingan jika ia diberi  kemenangan  Hansoku dan  merupakan kedua kalinya ia  menang dengan cara ini.
26.   Seorang kontestan bisa  memprotes “Match Supervisor  jika terjadi kesalahan administratif.
27.    Jika kontestan dilempar dengan  selamat tanpa cidera,    wasit  harus membiarkan 2-3 detik  untuk memberikan kesempatan   kepada kontestan tersebut  melancarkan score.
28.    Jika wasit melihat score dia akan meneriakkan yame, dan  menunjukkan pendapatnya dengan cara mengangkat  tangan disisi kontestan yang membuat score.
29.    Jika wasit dan juri tidak  memperoleh kesepakatan pada akhir pertandingan, mereka  harus berkonsultasi dengan  Match Supervisor.Jika dua juri memberikan signal score kepada kontestan yang sama wasit dapat menolak untuk menghentikan pertandingan jika dia  yakin mereka salah.
30.   Jika dua juri memberikan signal score kepada kontestan yang sama  wasit dapat menolak untuk  menghentikan pertandingan jika dia yakin mereka salah.
  1. Jika 2 juri memberikan score buat aka, tapi scorenya berbeda wasit  akan memberikan score yang lebih rendah.
  2.  Panel wasit dari suatu pertandingan  kumite harus terdiri dari, Wasit, empat juri, seorang Match Supervisor, dan seorang pengawas score (score supervisor).
  3. Jika seorang kontestan tergelincir dan jatuh (Torso) dan segera score dilancarkan oleh lawannya, akan diberikan IPON.
  4.  Lawan tidak seimbang kemudian score terjadi dengan chudan tsuki  akan diberikan Waza-Ari
  5. Jika wasit tidak mendengar waktu habis, maka Match Supervisor akan meniup peluitnya
  6. Teknik kombinasi dari tangan dan kaki yang  dilancarkan sebelum  yame, masing-masing teknik   bernilai  score, harus diberikan IPON.
  7. Seorang kontestan yang berada didalam area dapat melancarkan score kepada lawannya yang   berada diluar area
  8. Sebuah sentuhan kulit kepada  tenggorokan dibolehkan hanya  untuk pertandingan senior.
  9. Bantingan diatas bahu seperti seio nage, kata garuma, dll diijinkan hanya jika kontestan bertahan /  berpegangan pada lawan agar jatuh dengan selamat.
  10. Dalam kategori 2, sebuah Keikoku tidak bisa diberikan kecuali sebelumnya telah diberi Chukoku terlebih dulu.

  1.  Saat panel wasit telah membuat keputusan tidak sesuai dengan  aturan pertandingan, maka  Match Supervisor akan segera  meniup  peluitnya.
  2.  Dalam pertandingan kumite beregu   tidak ada Sai-Shiai
  3. Dalam pertandingan kadet, pukulan    hanya sentuhan yang sangat ringan  kepada pelindung muka (face mask)  dapat bernilai score
  4.  Jika sesudah Yame, 2 juri  memberikan tanda Torimasen, dan   2 juri lain Ippon untuk Ao, wasit  dapat memberikan nilai untuk AO.
  5. Dalam kumite kadet, tendangan  Jodan diijinkan untuk membuat  “sentuhan kulit”  bila tidak ada luka.
  6. Sebelum  pertandingan dimulai, pengontrol area pertandingan   harus memeriksa kartu kesehatan  peserta/ID Card
  7.  Jika seorang kontestan terluka dan dianggap merupakan kesalahannya   sendiri (mubobi),  wasit tidak perlu   memberikan hukuman pada lawan.
  8. Para pelatih harus menyerahkan akreditasi atau ID-CARD mereka   pada meja panitia sebelum pertandingan dimulai.
  9. Match Supervisor boleh meminta wasit untuk menghentikan   pertandingan   bila ia telah melihat  sebuah Jogai yang tidak terlihat oleh wasit.
  10.  Manajer Tatami (Tatami Manager)   akan memerintahkan wasit untuk  menghentikan pertandingan, jika  dia melihat wasit sudah menyalahi  prosedur perwasitan atau  melanggar peraturan Pertandingan
  11. Bila dalam sebuah serangan kombinasi, teknik pertama  menghasilkan yuko dan yang kedua  menghasilkan sebuah penalti, keduanya akan diberikan
  12. Jika kontestan tergelincir, terjatuh  atau kehilangan keseimbangan karena tindakannya dan lawannya melancarkan score, maka score akan diberikan sebagaimana kontestan berdiri tegak
  13. Seorang peserta yang terluka  dalam sebuah kumite dan mundur  karena  hukuman peraturan 10 detik,  tidak bisa bertanding  dalam kompetisi kata.
  14. Bila seorang peserta bertingkah  laku buruk diarea kompetisi   setelah akhir sebuah  pertandingan, wasit dapat  memberikan sebuah shikaku.
  15. Dalam pertandingan beregu putra, bila sebuah tim memenangkan  tiga partai maka pertandingan selesai pada waktu itu.
  16. Seorang peserta yang terluka  dan telah dinyatakan tidak fit untuk bertanding oleh dokter  tournament, tidak boleh  bertanding lagi dalam kompestisi   itu.
  17. Bila seorang peserta menangkap  lawannya dan tidak melakukan  sebuah teknik dengan segera atau  membanting dalam 2 detik   wasit akan berseru “Ÿame”.
  18. Saat seorang juri tidak yakin bila  sebuah teknik benar-benar telah  mendarat di scoring area ia  harus  memberi tanda Torimasen. Bila suatu tindakan dari seorang kontestan dianggap berbahaya dan  secara sengaja melanggar  peraturan  yang menyangkut sikap yang dilarang, kontestan akan diberi  Shikkaku.
  19. Bila suatu tindakan dari seorang kontestan dianggap berbahaya dan  secara sengaja melanggar peraturan  yang menyangkut sikap  yang dilarang, kontestan akan  diberi Shikkaku.
  20. Saat ada kontraversi yang jelas  dari peraturan, match supervisor akan menghentikan pertandingan  dan menyuruh wasit untuk   membetulkan kesalahan itu.
  21. Pada Hantei,bila  empat juri  memberi tanda kemenangan untuk Aka dan wasit  pikir seharusnya Ao, ia harus memberi tanda pada mereka untuk  mempertimbangkan kembali.
  22. Bila seorang juri melihat jogai dia harus mengetuk lantai dengan bendera dan memberikan tanda  pelanggaran kategory 2
  23. Bila seorang kontestan tidak mampu  kembali berdiri dalam waktu 10 detik, sang wasit akan  mengumumkan “Kiken” dan   “Kachi” pada lawannya.
  24. Jika seorang kontestan dilempar dan sebagian badannya mendarat  diluar area pertandingan, wasit akan  segera meneriakkan yame.
  25. Jika seorang kontestan membuat score dengan tendangan samping   yang keras dan menyebabkan  lawan terdorong keluar area, wasit  harus memberikan Waza-ari, dan  memberikan peringatan atau hukuman  kategori 2  Jogai kepada lawannya.
  26. Jika wasit mengabaikan isyarat dua juri yang memberikan tanda IPON untuk Ao, Match Supervisor harus  meniup peluit dan mengangkat bendera
  27. Jika wasit memberikan nilai untuk teknik yang menyebabkan cedera, Kansa harus memberikan tanda agar pertandingan dihentikan.
  28. Jika wasit tidak mendengar bahwa bel akhir pertandingan sudah berbunyi, pencatat score harus meniup peluitnya
  29. 69.Jika kontestan dicederai dalam  pertandingan dan membutuhkan   perawatan dokter, akan diberikan tiga menit, sesudah itu wasit akan  memutuskan, apakah selanjutnya   kontestan tersebut akan dinyatakan tidak   fit untuk bertanding, atau diberikan waktu lagi untuk dirawat.
  30. Untuk membetulkan score yang salah diberikan oleh wasit, wasit memutar badannya kearah kontestan yang diberikan score salah dengan membuat tanda Torimasen, dan memberikan score  untuk lawannya.
  31. Jika kontestan melancarkan tendangan Chudan Geri yang  terkontrol dan bernilai score kemudian mencederai lawannya   dengan pukulan ke arah muka,  sebuah waza-ari  dan peringatan  harus  diberikan.
  32. Jika kontestan yang cedera sudah   diberikan perawatan dan dokter   pertandingan mengatakan bahwa kontestan tersebut tidak dapat melanjutkan pertandingan, wasit tidak dapat melawan keputusan dokter.
  33. Jika wasit melihat score untuk Ao,  satu juri menunjuk score untuk  Ao,  tiga juri yang lainnya diam,  wasit dapat memberikan score  untuk Ao.
  34. Dalam pertandingan perorangan,  jika dua kontestan cidera satu   sama lainnya dan tidak dapat  melanjutkan pertandingan sementara scorenya sama, wasit  akan mengumumkan hikiwake dan dilanjutkan dengan hantei.
  35. Jika waktu kurang dari 10 detik dari    waktu pertandingan yang tersisa,    dan kontestan yang kalah nekad   mencoba menyamakan score,     keluar dari area (jogai) dia akan   diberikan minimum hanshoku chui.
  36. Teknik yang dilancarkan di bawah sabuk tidak bernilai score.
  37. Jika Aka menendang Ao ke arah pinggul secara tidak sengaja dan Ao tidak bisa melanjutkan   pertandingan, maka Ao akan  mendapatkan Kiken
  38. Jika kontestan jelas terlihat kehabisan nafas, maka wasit harus memberikan waktu untuk  memulihkan diri.
  39. Seorang kontestan menangkap lawannya dan tidak berusaha  untuk melancarkan teknik dalam  waktu 2 detik, sementara waktu pertandingan yang tersisa kurang dari 10 detik, maka akan  menerima minimum Hanshoku  Chui
  40. Di dalam pertandingan beregu   kontestan yang mendapatkan   Kiken score-nya akan dinolkan dan score lawan akan diset   menjadi 8 poin.
  41. Kontestan yang dipukul akibat kesalahannya sendiri dan melebih-  lebihkan akibat yang diterima akan menerima peringatan atau hukuman untuk mubobi atau melebih-lebihkan cidera, tetapi  tidak keduanya
  42. Kontestan yang membuat  tendangan Jodan dengan 6 kriteria  dan lawannya menahan tendangan dgn tangannya, akibat tangkisan  tersebut tangannya dengan ringan  memukul mukanya sendiri, wasit  dapat  memberikan ipon karena tangkisannya sudah tidak efektif.
  43. .Jika seorang kontestan merangkul  dan membanting lawannya dan   lawannya menariknya ke matras dan cedera, keduanya harus  mendapat peringatan atau  hukuman.
  44. Wasit dapat memberikan   pertimbangan kepada juri bahwa  teknik yang diberikan bernilai contact
  45. . Jika wasit memberikan seorang kontestan peringatan atau hukuman   category 2 untuk mubobi, lawannya akan menerima hukuman lebih ringan kategory 1

Bagian 2 PILIHAN GANDA
Pada lembar jawaban silangi huruf dari jawaban yang anda anggap benar. Setiap jawaban benar mendapat nilai 1.

  1. Berpura-pura terluka adalah pelanggaran peraturan yang serius dan hukuman yang tepat adalah   
_______
                a. Shikkaku                         b. Keikoku
                c. Hansoku-chui     d. Hansoku
2. Untuk menentukan penilaian akhir dalam masalah teknis murni  yang muncul dalam sebuah   
    pertandingan yang tidak ada  dalam peraturan,   adalah tanggung jawab dari_____
  a. Komite olahraga                b. Wasit        c. Komisi wasit        d. Match Area Controller

3. Serangan Ao dengan Chudan Geri yang ditangkis  oleh Aka dan kemudian Aka segera membuat score   dengan chudan Tsuki ke arah perut Ao. Score yang   benar adalah_______
  a. Waza-ari                        b. Yuko            c. Keikoku                                                d. Torimasen
4. Pertimbangan pertama dalam memutuskan regu yang menang adalah   yang paling banyak memiliki________
  a. Yuko       b. kemenangan pertandingan           c. total jumlah nilai               d. Ipon
5. Saat sebuah pertandingan berakhir  dengan score seimbang, atau tanpa score, wasit akan_______
    a. menggunakan casting vote yang  dimilikinya                   
   b. Mengadakan Hantei
    c. Mengumumkan Hikiwake dan memulai Sai Shiai bila  dimungkinkan
    d.Berkonsultasi dengan “Match Area Controller”   untuk mencari solusi




6. Diantara berikut ini yang tidak termasuk kedalam pelanggaran  kategori  1   _______
      a. teknik-teknik yang dilakukan dengan kontak   berlebihan           b. serangan pada tangan atau kaki
      c. Rangkulan dibawah pinggang dan percobaan  membanting.
      d. Serangan dengan kepala, lutut atau siku

7. Keikoku biasanya diberikan apabila     potensi kemenangan seorang    kontestan  ____oleh  kesalahan
   lawan.
  a. Sedikit berkurang         b. tidak berkurang      c. sedikit meningkat    d. berkurang serius
               
8.                   Dalam kumite kadet teknik tangan ke arah kepala, muka dan leher, (termasuk face mask), harus tidak menyentuh, semua sentuhan atau kontak akan diberikan________ kecuali disebabkan oleh penerima.
                a.  memberikan Ippon (bila hanya merupakan  sentuhan hand protector))
                b.  memberikan peringatan atau hukuman     kategori 2.
                c.   tidak mendapatkan score                                                          d.  Hukuman

9.                   Semua protes yang menyangkut hal selain dari kesalahan administratif harus  diserahkan secara
tertulis kepada___
                a. Match Area Controller     b. Panitia pelaksana      c. Juri Banding               d. Komisi wasit

10.  Ao tergelincir dan jatuh kematras, Aka dengan cepat melancarkan score dengan cudan tsuki,     
       keputusannya adalah :
      a. Ipon untuk Aka                           b. Torimasen                                   c.  yuko untuk Aka
      d. Keduanya mendapat peringatan atau finalty   category 2

11. Kontestan yang telah mendapatkan  Hansoku karena membuat lawannya    cedera    dan dalam  
      pandangan panel wasit  dan Manager tatami bertingkah kasar  dan   berbahaya akan__________
                a. dilaporkan kepada komisi wasit              b. diberi peringatan keras oleh Manager  Tatami
                c. diberikan shikaku                                        d. dilaporkan kepada komisi disiplin

12.               Panjang minimum dari celana     karate-gi adalah :
                a. 10 cm di bawah lutut                           b. tidak ada persyaratan khusus
                c. setengah dari tulang kering                d. menutupi paling sedikit duapertiga dari tulang    kering

13. Untuk dapat bertanding dalam kumite beregu putra …………………
      a. Semua anggota regu harus hadir      
      b. Harus ada 5 anggota yang hadir
      c. Harus ada sekurangnya dua anggota regu yang   hadir.
      d. harus paling sedikit 3 anggota regu yang hadir

14.  Dalam pertandingan senior,  tendangan atau pukulan Jodan yang mengenai daerah antara …….
      muka, kepala, atau leher dapat dikatakan memiliki jarak yang tepat.
      a. sentuhan kuli, dan 2-5 cm                                        b. sentuhan kulit , dan 2-3 cm
      c. sentuhan kulit , dan 5 cm                                         d. jarak yang masuk akal


15.               Seorang kontestan yang merangkul lawannya dibawah pinggang dan melemparnya akan diberikan,
                a. Chukoku kategory 2                                                   b. peringatan atau hukuman kategory 2
                c. peringatan atau hukuman kategory 1                     d. sanbon.


























Tidak ada komentar:

Posting Komentar