Selasa, 06 Desember 2011

PENGARUH KINERJA GURU DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 15 PALEMBANG

PPERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa data dan informasi yang disajikan dalam Tesis ini adalah hasil investigasi saya sendiri dan belum pernah atau tidak sedang diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar sebutan professional lain atau sebutan yang sejenis ditempat lain. Apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi kecuali yang disebutkan dengan jelas sumbernya.


Palembang, 9 Februari 2010
Yang membuat pernyataan,



Edy Suhara
09 256 05

ABSTRAK

Edy Suhara. Pengaruh kinerja Guru dan lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Menegah Atas Negeri 15 Palembang. Tesis  Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Bina Darma Palembang, dalam penyusunannya dibimbing oleh Waspodo dan M. Amir Syarif.
Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa Kinerja guru dan Lingkungan Keluarga mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa khususnya bagi  siswa kelas XI Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)  Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Palembang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja guru dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa Kelas XI IPS Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Palembang, untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa Kelas XI IPS Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Palembang, baik secara parsial maupun secara simultan dengan jumlah sampel atau responden 60 orang dari jumlah populasi 201 orang siswa.
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Palembang, dengan desain penelitian sebab akibat (kausalitas) dengan analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan teknik pengambilan sample yaitu simple random sampling yaitu pengambilan sample secara acak.
Data yang dikumpulkan langsung dari subjek yang diteliti melalui  kuisioner/ angket. Dalam penelitian ini metode kuisioner/angket  digunakan untuk variabel  kinerja gurul (X1), variabel lingkungan keluarga (X2) variabel prestasi belajar siswa (Y), sedangkan data-data yang lain diperoleh lewat dokumen, buku-buku,  jurnal, data internet serta pengumpulan data dari sekolah tempat penelitian.
Dengan teknik analisis regresi dan analisis regresi linier berganda yang dilakukan, maka penulis menemukan pertama, koefisien determinasi berganda () atau = 0,619 yang bernilai 61,9%  peningkatan Prestasi Belajar Siswa (Y) disebabkan pengaruh kinerja guru (X1) dan Pengaruh Lingkungan Keluarga (X2). Sedangkan sisanya 48,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikut sertakan dalam penelitian ini. Kedua, Koefisien korelasi berganda (R) = 0,787 yang bernilai 78,7%ini menunjukkan adanya hubungan secara bersama-sama yang kuat antara variabel bebas terhadap Prestasi Belajar Siswa (Y) sebagai variabel terikat.
Kata kunci: kinerja guru, lingkungan keluarga, prestasi belajar siswa

ABSTRACT

Edy Suhara. The influence of teachers’ performance and the family environment on  the Second Social Class Students’ Learning Achievement  at State Senior High School number 15 Palembang.
This thesis of Post Graduate Master Program of Management of Bina Darma University Palembang, in its composition supervised by  Waspodo and M. Amir Sharif. This research is based on the fact that The Influence of the Teachers’ performance and the Family Environment  on  Students’ Learning Achievement, especially for the Second Social Class students  of  State Senior High School number15 Palembang.
This study aims to determine the influence of teachers’ performance and family environment on the Second Class Students’ learning achievement at State High School number 15 Palembang, to determine the influence of family environment on the Second Class students’ learning achievement   at the State High School 15 Palembang, either partially or simultaneously consist of 60 students as the samples or  respondents  of the total population of 201 students.
The study was conducted at The  State Senior High School number 15 Palembang, by using a causal (Causality) research design. The analysis used in the research is multiple linear regression and simple random sampling  technique, which takes the sample randomly. The data were collected  directly from the students under study through questionaires/ surveys
In this study, questionnaire method was used for analyzing  teachers’ performance variable (X1), family environment variable (X2) students’ learning achievement variable (Y), whereas the other  data were obtained through  documents, books, journals, internet and data collection from schools where the research was conducted.
By using regression and linear regression analysis technique, the researcher found  that, firstly, the coefisien determination of linier regression () or  = 0.619 having value of 61.9% in  the increase of students’ achievement (Y) due to  the influence of teachers’ performance (X1) and family environment (X2). While the remaining influence, 48.1%, was influenced by other variables which were not included in this study. Secondly, the coefisien regression correlation (R) = 0.787 having value of 78.7%, showed a strong relationship simultaneously  between the independent variable and  Students’ Achievement (Y) as an independent variable.

Keywords: teacher’s performance, family environment, student’s achievement

MOTTO DAN HALAMAN PERSEMBAHAN

MOTTO:
1.         Cukuplah  Allah  menjadi penolong kami  dan  Allah  adalah sebaik-baik  Pelindung.“        (QS. Ali  Imran: 173)
2.         “Ingatlah, hanya  dengan mengingat Allah-lah  hati menjadi  tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
3.         Terimalah  Setiap Pemberian  Allah  dengan  rela  hati, niscaya  anda  Menjadi manusia paling  kaya (Dr. ‘Aidh al-Qarni)






                                                            Kupersembahkan kepada :
Yang tercinta dan tersayang :
1.      Orangtuaku:
    H. Udjang Rahmat dan (Alm.) Hapsah
    H. Irham dan Hj. Sari Jasmiah
2.      Istriku,  Irma Handayani
3.      Anak-anakku :
   - Utami Permata Hapsari
    - Hanifah
    - Muhammad Rizki Hanafi
                                 4. Teman-teman angkatan  13

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1.      Data Pribadi
Nama                                      : Edy Suhara
Tempat/Tanggal lahir              : Bangka, 9 September 1966
Agama                                     : Islam
Pekerjaan                                : Pegawai Negeri Sipil (Guru)
Alamat                                     : Jl. May. Zen Lrg. Rambang Rt. 11 Rw.03    
  Kel. S. Selayur Palembang
            Istri                                          : Ir. Irma Handayani
            Anak-anak                               : 1. Utami Permata Hapsari
  2. Hanifah
  3. Muhammad Rizki Hanafi
            Nomor HP                               : 081367348430

2.      Data Pendidikan   
No
LEMBAGA PENDIDIKAN
TAHUN LULUS
1
SD Negeri 167 Palembang
1980
2
SMP Negeri 3 Palembang
1983
3
SMA Negeri 3 Palembang
1986
4
FKIP Prodi Bahasa Inggris Universitas Sriwijaya
1992
              
3.      Pekerjaan
NO
RIWAYAT PEKERJAAN
TAHUN
1
Guru SMA YKPP Pendopo KecTalang Ubi Muara Enim
1993-1997
2
Guru SMP Negeri 2 desa Air Itam Muara Enim
1997-2000
3
Guru SMA Negeri 17 Palembang
2000-2001

4
Guru SMA Negeri 15 Palembang
2001-sekarang

Palembang, 1 Februari 2010
             Peneliti,

             Edy Suhara
             NIM. 09256055



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaiakumWr. Wb
Dengan ucapan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Proposal Tesis dengan judul Pengaruh Kinerja Guru dan lingkungan Belajar Terhadap Prestasi belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Palembang.
Dalam kesempatan ini penulis sampaikan rasa hormat dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada kepada yang terhormat :
1. Prof. Ir. H. Bochari Rachman, M.Sc. Rektor Universitas Bina Darma yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar pada program Pascasarjana Universitas Bina Darma Palembang.
2. M. Izman Herdiansyah, M.M., PhD. Selaku Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Bina Darma Palembang yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam rangka penyelesaian tesis ini.
3. Prof. Dr. H. Zainuddin Ismail, M.M., selaku ketua program studi Magister Manajemen Universitas Bina Darma Palembang yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam rangka penyelesaian tesis ini.
4. Prof. Dr. Waspodo, M.Pd. selaku Dosen pembimbing I dan M. Amiruddin Syarif, M.M., PhD., selaku Dosen Pembimbing II, yang telah memberikan bimbingan sehingga terselesaikannya  tesis ini .
5. Dr. Sunda Ariani, M.Pd., Dr. Edi Harapan, M.Pd. dan Dr. Edi Subiantoro, M.Si., selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan dalam rangka perbaikan tesis ini.
6. Bapak/Ibu Dosen Pascasarjana Program Magister Manajemen Pendidikan Universitas Bina Darma yang telah memberi bekal ilmu Pengetahuan kepada penulis selama masa perkuliahan.
7. Staf perpustakaan, Biro Akademik, dan Pustekom Pascasarjana Program Magister Manajemen Pendidikan Universitas Bina Darma yang membantu dalam pelayanan peminjaman referensi dan pengadaan jurnal sehingga memperlancar penyusunan proposal tesis ini.
8. Drs. Pujiono Rahayu, M.M., selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Palembang yang telah berkenan memberikan izin melakukan penelitian di SMA Negeri 15 Palembang.
Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terkait, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tesis ini. Semoga kebaikanyang diberikan oleh semua pihak kepada penulis menjadi amal shaleh yangsenantiasa mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.
Penulis menyadari akan kekurangan dalam tesis ini, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.


Wassalamu’alaikumWr. Wb.
Palembang,      Februari 2010


Peneliti


DAFTAR ISI
         Halaman
Halaman judul ........................................................................................................ i Halaman Pengesahan Pembimbing Tesis ............................................................ ii
Halaman Pengesahan Penguji Tesis ....................................................................iii
Surat pernyataan ..................................................................................................iv
Abstrak (Bahasa Indonesia) ................................................................................. v
Abstract (Bahasa Inggris) .................................................................................... vi
Motto dan Halaman Persembahan ....................................................................  vii
Daftar Riwayat Hidup ......................................................................................... viii
Kata Pengantar .................................................................................................... ix
Daftar Isi ...............................................................................................................xi  
Daftar Tabel ........................................................................................................xvi
Daftar Gambar ...................................................................................................xvii
Lampiran .......................................................................................................... xviii                                                                                                          
BAB I   PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang......................................................................................1
1.2  Pembatasan Masalah ..........................................................................5
1.3  Rumusan Masalah ...............................................................................5
1.4  Tujuan Penelitian .................................................................................6
1.5  Manfaat Penelitian .............................................................................. 6
1.5.1. Manfaat Teoritis ........................................................................ 6
1.5.2. Manfaat Praktis ......................................................................... 6


BAB II  TINJAUAN PUSTAKA
            2.1 Kajian Teoritis ..................................................................... ................8
            2.1.1 Kinerja Guru......................................................................................8
                     2.1.1.1. Pengertian Kinerja guru .......................................................8
         2.1.1.2. Kompetensi Guru ................................................................ 8
                                   2.1.1.2.1.  Kompetensi Pedagogik ................................... . 9
                                    2.1.1.2.2. Kompetensi Kepribadian ..... ........................... . 9
                                    2.1.1.2.3. Kompetensi Sosial ...........................................10
                                     2.1.1.2.4. Kompetensi Profesional ................................. 11
            2.1.2. Lingkungan Keluarga ..................... .............................................. 11
                        2.1.2.1. Pengertian Lingkungan Keluarga .................................. 11
                        2.1.2.2. Faktor-Faktor Keluarga .................................. ............... 12
                        2.1.2.3. Fungsi-Fungsi Keluarga.................................................. 16
                        2.1.2.4. Peranan Keluarga Bagi
 Perkembangan Anak.......................................................19
            2.1.3. Prestasi Belajar .............................................................................20
                        2.1.3.1. Pengertian Prestasi Belajar ............................................20
            2.2. Penelitian Terdahulu ........................................................................ 21
            2.3. Kerangka Pikir.................................................................................. 22
            2.4. Perumusan Hipotesis .......................................................................24

BAB III  METODE PENELITIAN
            3.1. Desain Penelitian ..............................................................................25
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................... 25
       3.2.1. Tempat Penelitian .................................................................. 25
       3.2.2. Waktu Penelitian .................................................................... 25
3.3. Jenis dan Pendekatan Penelitian ....... ............................................ 26
       3.3.1. Jenis Penelitian  .................................................................... 26
       3.3.2. Pendekatan Penelitian  .......................................................... 27
3.4. Populasi, Sampel, dan Sampling  .................................................... 27
       3.4.1. Populasi ..……………............................................. ………….27
       3.4.2.  Sampel   ...................... .......................................................  28
3.5. Teknik Pengumpulan Data  ............................................................. 30
       3.5.1. Dokumentasi  ......................................................................... 30
       3.5.2. Kuesioner............................................................................... 30

3.6. Definisi Operasional Variabel Penelitian  ........................................ 31
       3.6.1. Operasional Variabel  ............................................................ 31
       3.6.2. Variable Prestasi Relajar  …………………………………….... 34
3.7. Instrumen Penelitian  ........................................................ …………35
3.7.1. Penyusunan Instrumen  ................................................................35
            3.7.2. Uji coba Instrumen  ...................................................................... 37
          3.7.2.1. Uji Validitas  ......................................................................37
          3.7.2.2. Uji Reliabilitas  ..................................................................39
3.8. Teknik Analisis  ................................................................. …………39
3.8.1. Deskripsi Data  ..............................................................................39
3.8.2. Uji Persyaratan Analisis  ................................................................39
           3.8.2.1. Uji Normalitas  .................................................................40
3.8.2.2. Uji Linearitas ...................................................................41
3.8.2.3. Uji Multikolinearitas  ....................................................... 41
3.8.3. Uji  Hipotesis ................................................................................. 41
          3.8.3.1. Menentukan Persamaan Regresi
                       Untuk Dua Prediktor ........................................................ 41
3.8.3.2. Menghitung Koefisien Korelasi ...................... ................42
3.8.3.3. Uji F Statistik .................................................................. 42
3.7.3.4. Uji t Statistik ................................................................... 43
3.8.3.5. Sumbangan Prediktor .....................................................43
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK DAN HASIL  PENELITIAN
            4.1. Objek Pemeriksaan ………………………………………….. ..............45
                    4.1.1. Sejarah Berdirinya Sekolah ……………………….................. 45
                    4.1.2. Visi dan Misi Sekolah ………………………………................ 46
                    4.1.3. Keadaan Lingkungan Sekolah .............................................. 47
                    4.1.4. Fasilitas Sekolah .................................................................. 47
                    4.1.5. Tenaga Pengajar .................................................................  49
                    4.1.6. Jumlah Siswa ....................................................................... 51
            4.2. Karakteristik Responden ..................................................................52
            4.3. Deskripsi Variabel .............................................................................52
                    4.3.1. variabel kinerja Guru (X1) ..................................................... 53
                    4.3.2. Variabel Lingkungan Keluarga (X2)....................................... 54
                    4.3.3. Variabel Kinerja (Y) .............................................................. 55
4.4. Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................... 56
       4.4.1. Uji Validitas ……………………………………………………… 56
       4.4.2. Uji Reliabilitas …………………………………………………… 59
            4.5. Uji Asumsi klasik ……………………………………………………….  60
                   4.5.1. Uji Normalitas …………………………………………………...  60
                   4.5.2. Uji Heteroskedastisitas .......................................................... 63
            4.6. Analisis Statistik  ...............................................................................64
                   4.6.1. Koefisien Korelasi (R)............................................................. 64
                   4.6.2. Koefisien Korelasi Berganda (R)  ........................................ 65
                   4.6.3. Koefisien Regresi linear Berganda ………….......................... 65
            4.7. Pengujian Hipotesis ......................................................................... 66
                   4.7.1. Uji t  ....................................................................................... 66
                   4.7.2. Uji F  ...................................................................................... 67

BAB V PEMBAHASAN
5.1. Pengaruh Kinerja Guru (X1) dan Lingkungan
       Keluarga (X2) Terhadap Prestasi Belajar Siswa(Y) .........................68
5.2. Pengaruh kinerja Guru (X1)
       terhadap Prestasi Belajar Siswa (Y) ................................................ 69
5.3. Pengaruh Lingkungan Keluarga (X2)
       terhadap Prestasi Belajar Siswa (Y)  ................................................72

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN
            6.1. Simpulan .......................................................................................... 77
            6.2. Saran ............................................................................................... 78
 
DAFTAR PUSTAKA  ...........................................................................................80




DAFTAR TABEL
                                   
                                                        Halaman

Tabel 3.1         Jadual Kegiatan Penelitian ....………………………................…..34
Tabel 3.2         Populasi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 15
Palembang Tahun Pelajaran 2009/2010………................…........36
Tabel 3.3         Operasional Variabel Kinerja Guru (X1……………................….. 39
Tabel 3.4         Operasional Variabel  Lingkungan Keluarga…………..................40  
Tabel 3.5         Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan Nilai Raport (Y) ..................41
Tabel 3.6         Kisi-Kisi kuesioner .......................................................................42
Tabel 4.1         Periode Kepala Sekolah ..............................................................53
Tabel 4.2         Daftar Jumlah Siswa SMA Negeri 15 TP 2009/2010 .................. 58
Tabel 4.3         Nilai Evaluasi Murni     ................................................................. 60
Tabel 4.4         Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja Guru (X1) ......................... 63
Tabel 4.5         Distribusi Frekuensi Variabel
Lingkungan Keluarga (X2) .......................................................... 64
Tabel 4.6         Distribusi Frekuensi Variabel
Prestasi Belajar Siswa (Y) .......................................................... 65
Tabel 4.7         Hasil Uji Validitas Kinerja Guru (X1) ........................................... 67
Tabel 4.8         Hasil Uji Validitas Lingkungan Keluarga (X2) ............................. 68
Tabel 4.9         Hasil Uji Validitas Prestasi Belajar (Y)  ....................................... 69
Tabel 4.10       Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ................................................... 70
Tabel 4.11       Model summary .......................................................................... 74
Tabel 4.12       Coefficients............................................................................... 76
Tabel 4.13      Annova ........................................................................................ 77








DAFTAR GAMBAR


                                                                                                                   Halaman
Gambar 2.1     Kerangka Pikir ............................................................................ 32
Gambar 4.1     Struktur Organisasi SMA Negeri 15 Palembang ........................ 57
Gambar 4.2     Histogram Variabel Prestasi Belajar (Y) ..................................... 71
Gambar 4.3     Grafik P-P Plot ............................................................................ 72

DAFTAR LAMPIRAN



Lampiran 1      Kuesioner
Lampiran 2      Uji Validitas
Lampiran 3      Uji Reliabilitas
Lampiran 4      Formulir Perbaikan Tesis



BAB I

PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan.  Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah melalui pendidikan.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU no. 20 tentang Sisdiknas Bab I Pasal 1).
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (UU no. 20 tentang Sisdiknas Bab I Pasal 2).
Fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional sebagaimana yang tercantum dalam UU no.20 tentang sistem pendidikan nasional sebagai berikut:
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pendidik atau guru merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi (Djamarah, 1994).
Prestasi belajar siswa adalah Hasil yang didapat oleh siswa melalui kegiatan penilaian atau pengukuran prestasi belajar berupa skala nilai yang berupa huruf, kata atau symbol (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Depdiknas: 2008). Pengukuran belajar siswa dapat dilakukan secara berkala atau secara periodik sesuai dengan ketentuan dan atau kalender akademik.
Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah  faktor lingkungan.  Dalam penelitian ini kondisi lingkungan keluarga menjadi perhatian karena faktor ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa yang menunjukkan tingkat keberhasilan belajarnya, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik dari dalam maupun dari luar diri siswa. M. Ngalim Purwanto, MP (2004:102) berpendapat sebagai berikut :
1. Faktor yang ada pada diri organisme itu sendiri, disebut faktor individual
2. Faktor yang ada di luar individu, yang disebut faktor sosial.
Yang termasuk ke dalam faktor individual adalah faktor kematangan /pertumbuhan, kecerdasan, latihan, motivasi dan faktor pribadi. Sedang yang
termasuk faktor sosial adalah faktor keluarga / keadaan rumah tangga, guru
dan cara mengajarnya, alat-alat yang digunakan dalam belajar mengajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial.
            Menurut Mustaqim dan Abdul Wahab (1991), sekolah sebagai miniatur masyarakat menampung bermacam-macam siswa dengan latar belakang kepribadian yang berbeda. Mereka heterogen sebab diantara mereka ada yang miskin, ada yang kaya, bodoh dan pintar, yang suka patuh dan suka menentang, juga di dalamnya terdapat anak-anak dari kondisi keluarga yang berbeda. Inilah yang dimaksud dengan perbedaan individual di antara mereka. Sesuai dengan asas perbedaan individual tersebut, maka ada pula di antara mereka sejumlah siswa yang dapat dikategorikan sebagai siswa yang bermasalah.
            Seorang siswa dikategorikan sebagai anak yang bermasalah apabila ia menunjukkan gejala-gejala penyimpangan dari perilaku yang lazim dilakukan oleh anak-anak pada umumnya.
            Penyimpangan prilaku ada yang sederhana, ada juga yang ekstrim. Penyimpangan prilaku yang sederhana misalnya: mengantuk, suka menyendiri, kadang terlambat dating, sedangkan ekstrim misalnya sering membolos, memeras teman-temannya, ataupun tidak sopan kepada orang lain, juga kepada gurunya.
            Bentuk-bentuk masalah yang dihadirkan siswa dapat dibagi menjadi dua sifat, regresif dan agresif. Bentuk-bentuk masalah yang bersifat regresif antara lain:Suka menyendiri, pemalu, penakut, mengantuk, tak mau masuk sekolah. Sedangkan yang bersifat agresif antara lain ialah: berbohong, membuat onar, memeras teman-temanya, beringas, dan perilaku-perilaku lain yang bisa menarik perhatian orang lain.
Beberapa permasalahan yang ditemukan pada siswa  kelas XI IPS Sekolah Menengah Atas Negeri I5 Palembang antara lain masih banyak diantara para siswa tersebut yang memperoleh nilai ulangan harian tiap-tiap mata pelajaran masih di bawah nilai ketuntasan minimal (KKM), melalaikan tugas yang diberikan guru, baik tugas individu maupun tugas kelompok setiap mata pelajaran, tidak masuk sekolah tanpa keterangan, tidak memiliki buku pelajaran/kelengkapan belajar, melanggar tata tertib sekolah, misalnya tidak memakai seragam sekolah sesuai peraturan sekolah, membuat keributan di kelas, keluar/tidak masuk  kelas pada saat pelajaran sedang berlangsung baik dengan alasan yang berkaitan dengan kegiatan ekstra kurikukler maupun dengan alasan lainnya yang tidak jelas.
Semua permasalahan tersebut dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa yang  bersangkutan. Disamping itu juga hal tersebut mengindikasikan ada permasalahan baik pada proses kegiatan belajar mengajar maupun pada  lingkungan keluarga  siswa yang bersangkutan yang pada akhirnya akan mempengaruhi prestasi belajar siswa itu sendiri, yakni menurunnya prestasi belajar, khususnya pada siswa kelas XI program Ilmu Pengetahuan sosial Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Palembang.
Mengingat prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, maka penulis akan mengkaji pengaruh kinerja guru dan lingkungan terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 15 Palembang.

1.2. Pembatasan masalah
Untuk menghindari meluasnya pembahasan, penulis menetapkan batasan-batasan masalah dalam perumusan masalah, yakni menganalisa indikator-indikator yang terdapat pada variabel :kinerja guru, lingkungan keluarga dan prestasi belajar siswa  di SMA Negeri 15 Palembang.

1.3.            Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diungkapkan maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
  1. Bagaimanakah pengaruh kinerja guru, dan lingkungan keluarga secara bersama terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 15 Palembang?
  2. Bagaimanakah pengaruh kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 15 Palembang?
  3. Bagaimanakah pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa?




1.4.            Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah :
  1. Untuk mengetahui pengaruh kinerja guru, dan lingkungan keluarga secara bersama terhadap prestasi belajar siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Palembang.
  2. Untuk mengetahui pengaruh kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 15 Palembang.
  3. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 15 Palembang.

1.5.  Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapakan oleh peneliti dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.5.1.      Manfaat teoritis
Dapat dijadikan sebagai referensi dan masukan serta memberikan informasii kepada peneliti lain untuk menidak lanjuti atau mengembangkannya pada penelitian sejenis berikutnya.

1.5.2. Manfaat Praktis
a. Bagi Dunia Pendidikan
Memberikan sumbangan pemikiran terhadap dunia pendidikan terutama mengenai korelasi antara kinerja guru dan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa, dalam hal ini di Sekolah Menengah Atas Negeri 15 Palembang.
b. Bagi Sekolah
Memberikan sumbangan pemikiran dan informasi untuk melakukan upaya peningkatan prestasi belajar siswa dan kinerja Guru SMA Negeri 15 Palembang.

c. Bagi Penulis
Memberikan kesempatan kepada penulis dalam rangka aplikasi ilmu pendidikan dengan faktor yang mempengaruhinya, dalam hal ini yang berkaitan dengan  kinerja guru dan lingkungan keluarga terhadap prestasi siswa.

d. Bagi orang tua

Dapat menambah kesadaran untuk lebih memberikan perhatian dan bimbingan yang lebih maksimal  terhadap pendidikan anak.

e. Bagi Siswa
Dapat menumbuhkan kesadaran untuk meningkatkan upaya belajar sehingga dapat mencapai prestasi belajar yang optimal.


















BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kajian Teoritis
2.1.1. Kinerja Guru
2.1.1.1. Pengertian Kinerja guru
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kinerja diartikan sebagai sesuatu yang ingin dicapai, prestasi yang diperlihatkan dan kemampuan seseorang.
Suryadi Prawiro Sentono (1999:2) mendefinisikan kinerja sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi dalam rangka upaya mencapai tujuan secara legal.
Kinerja guru adalah kemampuan guru untuk menunjukkan berbagai kecakapan dan kompetensi yang dimilikinya. Esensi dari kinerja guru tidak lain merupakan kemampuan guru dalam menunjukkan kecakapan atau kompetensi yang dimilikinya dalam dunia kerja yang sebenanya. Dunia kerja guru yang sebenarnya adalah membelajarkan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas  ( Depdiknas 2004: 11).

2.1.1.2. Kompetensi Guru
Menurut Undang Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 10 ayat 1 menyatakan bahwa: Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal10 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Penjelasan tentang kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional dapat dilihat dalam peraturan pemerintah republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang guru sebagai berikut:

2.1.1.2.1.      Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik sebagaimana dimaksud dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 74 tahun 2008 tentang guru, bab II pasal 3 ayat (4) merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi:
a. pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
b. pemahaman terhadap peserta didik
c. pengembangan kurikulum atau silabus
d. perancangan pembelajaran
e. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
f. pemanfaatan teknologi pembelajaran
g. evaluasi hasil belajar
h. pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang 
    dimilikinya.

2.1.1.2.2. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Kepribadian sebagaimana dimaksud dalam Peraturan  Pemerintah Republik  Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru
 Bab II Pasal 3 ayat (5) sekurang-kurangnya  mencakup kepribadian yang:
a. beriman dan bertakwa;
b. berakhlak mulia;
c. arif dan bijaksana;
d. demokratis;
e. mantap;
f. berwibawa;
g. stabil;
h. dewasa;
i. jujur;
j. sportif;
k. menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat;
l. secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri
m. mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

2.1.1.2.2.      Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial sebagaimana dimaksud dalam Peraturan  Pemerintah Republik  Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru
 Bab II Pasal 3 ayat (6) merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk:
a. berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun
b. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
c. bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga  
    kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik;
d. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan  
    norma serta sistem nilai yang berlaku
e. menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.
2.1.1.2.4. Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional sebagaimana dimaksud dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 74 tahun 2008 tentang guru bab II pasal 3 ayat (7) merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan budaya yang diampunya yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan:
a. materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
b.  konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.

2.1.2. Lingkungan Keluarga
2.1.2.1. Pengertian Lingkungan Keluarga
Keluarga sebagai lingkungan belajar pertama sebelum lingkungan sekolah dan masyarakat, Ngalim Purwanto (2004:141) menyatakan “lingkungan pendidikan yang ada dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:
1. Lingkungan Keluarga, yang disebut juga lingkungan pertama.
2. Lingkungan Sekolah, yang disebut juga lingkungan kedua.
3. Lingkungan Masyarakat, yang disebut juga lingkungan ketiga”.
Berdasarkan pendapat diatas dapat diketahui bahwa anak menerima pendidikan pertama kali dalam lingkungan keluarga kemudian dilanjutkan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan kata lain tanggung jawab pendidikan anak terletak pada kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat.
Keluarga sebagai lingkungan belajar pertama mempunyai peranan dan pengaruh yang besar dalam menuntun perkembangan anak untuk menjadi manusia dewasa. Untuk mengadakan pembahasan lebih lanjut tentang peranan keluarga dalam mempengaruhi proses belajar, maka perlu dikaji pengertian lingkungan keluarga.
Imam Supardi (2003:2) menyatakan “lingkungan adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam ruang yang kita
tempati”. Menurut Abu Ahmadi (1991:167) menyebutkan “keluarga adalah kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu dan anak yang mempunyai hubungan sosial relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinaan dan atau adopsi”.
Jadi, lingkungan keluarga adalah jumlah semua benda hidup dan mati serta seluruh kondisi yang ada di dalam kelompok sosial kecil tersebut, yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak yang mempunyai hubungan sosial karena adanya ikatan darah, perkawinan dan atau adopsi.

2.1.2.2 Faktor-faktor Keluarga
Slameto (2003:60) menyatakan “anak akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: Cara orang tua mendidik anak, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga”. Faktor-faktor tersebut apabila dapat dijalankan sesuai dengan fungsi dan peranannya masing-masing dengan baik, kemungkinan dapat menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mendorong anak untuk lebih giat belajar.
Menurut Slameto (2003: 61) Orang tua yang kurang / tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya mereka acuh tak acuh terhadap belajar anaknya, tidak memperhatikan sama sekali kepentingan-kepentingan dan
kebutuhan-kebutuhan anak dalam belajar, tidak mengatur waktu belajarnya, tidak menyediakan / melengkapi alat belajarnya, tidak memperhatikan apakah anak belajar atau tidak, tidak mau tahu bagaimanakah kemajuan belajar anaknya, kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar dan lain-lain, dapat menyebabkan anak tidak / kurang berhasil dalam belajarnya.
Orang tua harus berperan aktif dalam mendukung keberhasilan siswa, orang tua disamping menyediakan alat-alat yang dibutuhkan anak untuk belajar yang lebih penting bagaimana memberikan bimbingan, pengarahan agar anak lebih bersemangat untuk berprestasi.
Berdasarkan pendapat para ahli tentang faktor-faktor keluarga yang berpengaruh terhadap belajar anak diatas, yang akan menjadi indikator dalam penelitian ini adalah cara orang tua dalam mendidik anak, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga dan fasilitas belajar. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut:

1) Cara orang tua dalam mendidik anak
Cara orang tua dalam mendidik anak kemungkinan akan berpengaruh terhadap belajar anak. Hal ini berkaitan dengan peran orang tua dalam memikul tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik, guru dan pemimpin bagi anak-anaknya. Peran dan tugas orang tua salah satunya dapat dilihat dari bagaimana orang tua tersebut dalam mendidik anaknya, kebiasaan- kebiasaan baik yang ditanamkan agar mendorong semangat anak untuk belajar.
2) Relasi antara anggota keluarga
Relasi antara anggota keluarga yang terpenting adalah relasi antara anak dengan seluruh anggota keluarga terutama orang tua dengan anaknya atau anak dengan anggota keluarga yang lain. Wujud relasi itu bisa berupa cara hubungan penuh kasih sayang, pengertian, dan perhatian ataukah diliputi oleh rasa kebencian, sikap terlalu keras, ataukah sikap acuh tak acuh. Dan relasi antara anggota keluarga ini erat hubungannya dengan bagaimana orang tua dalam mendidik anaknya.

3) Suasana rumah
Agar rumah menjadi tempat belajar yang baik maka perlu diciptakan suasana rumah yang tenang dan tentram. Suasana tersebut dapat tercipta apabila dalam keluarga tercipta hubungan yang harmonis antar orang tua dengan anak atau anak dengan anggota keluarga yang lain. Selain itu keadaan rumah juga perlu ditata dengan rapi dan bersih sehingga dapat menimbulkan rasa nyaman dan sejuk yang memungkinkan anak lebih suka tinggal di rumah untuk belajar. Dengan demikian suasana rumah yang tenang dan tentram dapat membantu konsentrasi anak belajar di rumah. Harapan dan tujuan anak untuk meraih prestasi belajar yang maksimal di sekolah kemungkinan juga akan terbantu.

4) Keadaan ekonomi keluarga
Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya, misal makanan, perlindungan, kesehatan dan lain-lain, juga membutuhkan fasilitas belajar seperti alat-alat tulis, ruang belajar serta sarana pelengkap belajar yang lain. Fasilitas tersebut dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai penghasilan yang cukup. Dan kondisi yang demikian kemungkinan dapat memotivasi anak untuk maju.

5) Fasilitas Belajar
Semua aktifitas atau kegiatan apapun selalu membutuhkan tempat atau ruang. Demikian juga dalam belajar, siswa juga memerlukan adanya tempat belajar. Agar memperoleh hasil belajar yang baik siswa membutuhkan tempat belajar yang baik. Tempat belajar yang baik hendaknya terletak di tempat yang tenang dan terbebas dari hal-hal yang dapat mengganggu. Agar terwujud tempat yang kondusif untuk belajar siswa, hendaknya mengusahakan ruang belajar yang mendukung untuk belajar. Dengan tempat belajar yang baik maka setiap siswa memasuki tempat belajar akan tumbuh niatnya untuk belajar.
Penerangan di tempat belajar harus cukup agar mata tidak cepat lelah dan tidak merusak kesehatan mata. Penerangan yang terbaik sebenarnya adalah penerangan dari sinar matahari. Pada umumnya siswa lebih banyak menggunakan waktu untuk belajarnya di malam hari. Agar kesehatan mata tidak terganggu maka sangat perlu diperhatikan penerangan dari lampu yang digunakan saat belajar. Penerangan terbaik untuk membaca di waktu malam adalah penerangan tak langsung, karena cahaya yang dihasilkan memantul dan tersebar ke semua arah sehingga sifat cahaya merata dan tidak menimbulkan bayangan.
Sirkulasi udara dalam ruang belajar sangat penting bagi kesehatan saat belajar. pertukaran udara yang baik dalam kamar merupakan  suatu syarat yang harus diperhatikan siswa untuk menciptakan tempat belajar yang baik.Tempat belajar hendaknya mempunyai peredaran udara yang lancar.
Alat untuk belajar yang lengkap dan cukup memadai untuk belajar akan mendorong siswa belajar dengan baik, sehingga mendukung pula pencapaian prestasi. Peralatan yang diperlukan dalam belajar antara lain buku, alat-alat tulis, alat lain yang diperlukan dalam belajar, buku pegangan maupun buku-buku acuan yang mendukung.

2.1.2.3. Fungsi-fungsi Keluarga
Menurut Khairuddin (1990:58) fungsi keluarga secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Fungsi-fungsi pokok, yakni fungsi yang tidak dapat diubah atau digantikan oleh
    orang lain. Fungsi ini meliputi:
    a) Fungsi Biologis
Keluarga terjadi karena adanya ikatan darah atau atas dasar perkawinan. Keluarga yang dibangun atas dasar perkawinan menjadikan suami isteri sebagai dasar untuk melanjutkan keturunan yang berarti melahirkan anggota-anggota baru.
b) Fungsi Afeksi
Dalam keluarga terjadi hubungan sosial yang penuh dengan kemesraan dengan kemesraan antar anggotanya. Hal ini dapat terlihat dari cara orang tua dalam memelihara dan mendidik anak-anaknya dengan rasa penuh kasih sayang. Dan hal ini menjadikan anak selalu menggantungkan diri dan mencurahkan isi hati sepenuhnya kepada orang tua.
c) Fungsi Sosial
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia, oleh sebab itu disamping tugasnya mengantarkan perkembangan individu tersebut menjadi anggota masyarakat yang baik. Anggota masyarakat yang baik yaitu apabila individu tersebut dapat menyatakan dirinya sebagai manusia atau kelompok lain dalam lingkungannya. Hal tersebut akan sangat banyak dipengaruhi oleh kualitas pengalaman dan pendidikan yang diterimanya.
2. Fungsi-fungsi lain, yakni fungsi yang relatif lebih mudah diubah atau  
    mengalami perubahan. Fungsi ini meliputi:
a) Fungsi Ekonomi
Keluarga juga berfungsi sebagai unit ekonomi, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan kebutuhan material lainnya. Keadaan ekonomi keluarga yang baik juga turut mendukung dan berperan dalam perkembangan anak, sebab dengan kondisi tersebut anak akan berada dalam keadaan material yang lebih luas sehingga banyak mendapat kesempatan untuk mengembangkan
berbagai kecakapan yang dimilikinya. Dengan demikian kondisi ekonomi keluarga yang baik akan membantu anak dalam mencapai prestasi yang maksimal dalam belajarnya.

b) Fungsi Perlindungan
Keluarga selain sebagai unit masyarakat kecil yang berfungsi melanjutkan keturunan, secara universal juga sebagai penanggung jawab dalam perlindungan, pemeliharaan dan pengasuhan terhadap anak-anaknya.

c) Fungsi Pendidikan
Orang tua secara kodrati atau alami mempunyai peranan sebagai pendidik bagi anak-anaknya sejak anak tersebut dalam kandungan. Selain pendidikan kepribadian orang tua juga memberikan kecakapankecakapan lain terhadap anak-anaknya sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan berikutnya.

d) Fungsi Rekreasi
Keluarga selain sebagai lembaga pendidikan informal juga merupakan tempat rekreasi. Keluarga sebagai tempat rekreasi perlu ditata agar dapat menciptakan suasana yang menyenangkan. Misalnya situasi rumah dibuat bersih, rapi, tenang dan sejuk yang menimbulkan rasa segar sehingga dapat menghilangkan rasa capek dan kepenatan dari kesibukan sehari-hari. Situasi rumah yang demikian itu juga dapat digunakan untuk belajar, menyusun dan menata kembali program kegiatan selanjutnya sehingga dapat berjalan lancar. Dan konsentrasi belajar anak juga turut terbantu sehingga memudahkan mereka dalam mencapai prestasi belajar yang maksimal.

e) Fungsi Agama
Keluarga yang menyadari arti penting dan manfaat agama bagi perkembangan jiwa anak dan kehidupan manusia pada umumnya akan berperan dalam meletakkan dasar-dasar pengenalan agama. Hal ini sangat penting untuk pembinaan perkembangan mental anak selanjutnya dalam memasuki kehidupan bermasyarakat. Pengenalan ini dapat dimulai dari orang tua mengajak anak ke tempat ibadah.

2.1.2.4 Peranan Keluarga bagi Perkembangan Anak
Keluarga merupakan wadah dimana sifat-sifat kepribadian anak terbentuk pertama kali, dalam keluarga pula anak pertama kali mengenal nilai dan norma dalam hidupnya. Keluarga juga merupakan lembaga pendidikan tertua yang bersifat informal dan kodrati. Sebagaimana diungkapkan oleh Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati (1991:97) tentang pendidikan informal yaitu sebagai berikut. Pendidikan informal yaitu pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar sepanjang hayat. Pendidikan ini dapat berlangsung dalam keluarga, dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam pekerjaan, masyarakat, organisasi.
Keluarga disebut sebagai lembaga pendidikan informal karena pendidikan keluarga tidak memiliki rencana dan program yang resmi seperti lembaga pendidikan lainnya. Sedangkan pendidikan keluarga bersifat kodrati maksudnya bahwa antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik mempunyai ikatan darah secara kodrati atau alami. Dengan demikian pendidikan keluarga adalah pendidikan tradisi yang diterima manusia semenjak manusia itu dilahirkan. Semenjak kecil anak dipelihara dan dibesarkan dalam keluarga. Segala sesuatu yang ada dalam keluarga yang diterima anak sebagai pendidikan, akan turut berpengaruh dan menentukan dalam corak perkembangan anak selanjutnya. Oleh karena itu keluarga mempunyai tugas khusus untuk meletakkan dasar-dasar perkembangan anak, terutama untuk perkembangan pribadi yang mantap.
Dari penjelasan diatas jelas sudah, bahwa lingkungan keluarga sangat besar peranannya di dalam menentukan dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa indikatori-ndikator lingkungan keluarga meliputi:
a. Cara orang tua dalam mendidik anak
b. Relasi antara anggota keluarga
c. Suasana rumah
d. Keadaan ekonomi keluarga
e. Fasilitas belajar


2.1.3. Prestasi Belajar
2.1.3.1. Pengertian Prestasi Belajar
Pengertian prestasi belajar sebagaimana yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas: 2008) adalah: penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
Menurut Tulus Tu’u (2004:75) menyatakan “prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru”.
Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Prestasi akademik adalah hasil belajar yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran di sekolah atau di perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Sementara prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

2.2.      Penelitian Terdahulu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar